Minggu, 05 Oktober 2008
FLP sebuah forum kepenulisan yang (mulai) di perhitungkan
Nama FLP telah meluas. Lewat karya anggota2nya, organisasi ini telah menjelma menjadi sebuah lokomotif baru pembawa gerbong anak2 bangsa yang penuh kreatifitas. dengan ciri religinya yang khas, FLP mencoba membuka wacana baru dalam jagad kepenulisan nasional. Genre FLP terbukti mampu membius penikmat buku dan sastra unutk mengapresiasi karya anggota FLP. Ketika sastra dan tulisan penulis Indonesia sibuk membuat tulisan seputar sexis, porno, hedonis, dan kapitalis-liberal, FLP dengan sangat santun muncul pelan-pelan mengambil tempat tersendiri tanpa mengusir bangku orang lain. Keharidarannya makin membuat penganut genre konserfatif menjadi apresiatif dan menambah khasanah intelektual. Lewat tulisan2nya, FLP mencoba menyuguhkan sebuah alternatif bacaan yang berhikmah tak sekedar barisan huruf-huruf yang di susun yang di baca untuk di remas-remas dan masuk tong sampah. FLP datang bak seorang anak kecil yang membawakan lentera untuk orang lain yang terjebak di dalam gua yang gelap. dan banyak yang berdoa agar lentera itu terus menyala abadi selama kegelapan itu musnah dari muka bumi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar